Laman

Minggu, 30 September 2012

Tentang Rasa Ini



Mencitai seseorang secara diam-diam itu sulit, tapi ternyata mengungkapkannya jauh lebih sulit. Itulah yang ku alami saat ini. Aku menyukai seorang gadis dan menurutku dia itu gadis yang manis, cantik, smart, dan juga baik. Sebenarnya ku sudah suka memperhatikannya dari pertamakali ku masuk dalam dunia perkuliahan. Waktu itu mahasiswa barunya lumayan banyak, jadi kelasnya dibagi dua, kelas genap dan ganjil ssesuai dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Sayangnya aku dan dia beda kelas, aku di kelas genap dan dia di kalas ganjil. Aku sedikit kecewa, tapi gak papahlah, toh masih satu kampus jugakan jadi masih bisa ketemu tiap hari.
Terkadang ada beberapa mata kuliah yang mengharuskan kelas di gabung, dan saat kelas gabung pun aku selalu memperhatikannya dari jauh tanpa sepengetahuannya. Begitu dan terus begitu setiap saat ku bertemu dirinya mata ini tak pernah melewatkan kesempatan untuk memandangnya. Dia sangat manis, dan mulai saat itu aku merasa kalau aku naksir sama dia.

Kini setahun telah berlalu, sampai saat ini aku masih memendam rasa itu. Aku tak berani mengungkapkannya, aku hanya ingin meyakinkan perasaan ini, apa hanya sekedar suka ataukah aku benar-benar jatuh cinta padanya. Di semester ini rata-rata satu kelas aja, jadi satu angkatan itu digabung semuanya. Aku bersyukur dengan begitu aku Jadi sering ketemu dengannya. Walau masih sama kaya dulu kurang berani buat mendekati dia langsung, maklumlah bukan tipe cwo yang mudah mendekati lawan jenis, aku masih malu-malu tapi mau. Ngobrol ama dia aja jarang banget, palingan ngobrol lewat sms aja atau komenan di Facebook.

Hari ini masuk kuliah seperti biasa Jam 08.00 pagi harus sudah masuk kelas. Setelah selesai sarapan aku pun berangkan kira-kira pukul 07.30. Berhubung tempat tinggalku yang lumayan jauh jadi ku harus berangkat lebih pagi. Setelah kurang lebih memakan waktu 40 menit di perjalanan, aku tiba di kampus, ku lihat jam yang ada di Hp ku ternyata sudah pukul 08.10 pagi. Sepertinya aku datang agak terlambat sih kali ini, jalanannya macet. Aku pun bergegas berjalan menuju ruang kelas karena takut kalo-kalo Dosennya sudah masuk. Setibanya di depan kelas ternyata dosennya belum datang lega rasanya. “Gak jadi terlambat tuh namanya”. HaHa

Aku pun masuk dan mencari tempat duduk. Ku lihat di depan masih ada tempat duduk yang kosong dan duduk di tempat itu.
“Ehh, ni gak ada orangnya kan ??” tanyaku pada teman-teman ku yang udah pada datang semua.
“Gak ada tuh, tempatin aja !” sahut Andre sambil asik dengan notebooknya. Aku pun duduk dikursi itu yang berada pada baris kedua di depan.
“Tumben telat Do ?” sahut Sahdi yang duduk di sebelah kirinya Andre.  
“Tadi dijalan macet, jadi baru sampai!”. Jawabku sambil meletakkan tas dan melepas jaket.

Saat sedang asik berbincang-bincang dengan teman-temanku, tiba-tiba perhatianku beralih, dan tertuju kepada sosok gadis yang baru saja datang dan lewat dihadapanku. Dia Vita, gadis itu yang selama itu yang ku taksir selama ini. Aku terkesima saat melihatnya. Sejenak semua yang ada di benakku hanya dirinya. Mata ini terus mengikutinya sampai dia berada di sampingku. Ternyata dia memilih tempat duduk persis dibelakang tempat dudukku. hatiku berdebar-debar rasanya kalau berada tidak jauh darinya. Ingin sekali ku menyapanya, tapi entah mengapa hanya untuk menyapa saja rasanya aku tak sanggup, tak ada satu kata pun yang bisa keluar dari mulutku. Sesekali aku melirik kebelakang, seolah-olah melihat teman-teman yang ada di ujung, padahal aku hanya ingin melihatnya “curi-curi pandang”. Ternyata sudah lebih dari 30 menit dosennya tak kunjung datang, dan kami cuma ngisi presensi saja, setelah itu istirahat lalu ada 2 mata kuliah lagi setelah ini. “Semangattt”. (n_n)

Malam harinya, aku penasaran dan hanya ingin memastikan apakah Vita itu udah punya pacar atau belum. Tapi ku berpikir kalonya nanya langsung! nanti dia pasti curiga, jadi aku minta bantuanya si Hikmah temen dekatnya, untuk menanyakan hal itu. Aku pun langsung ngirim sms ke Hikmah.
Aku                 : “hemmmm mba bro . .! aku mau minta tolong nich!!”
Hikmah          : “Iya, emank apa’an?”
Aku                 : “tanyain ke Vita donk .!! Dia dah punya pacar atau belum? Cuma mau masti’in  aja, entar  ketembak cwe orang lagi . . hehehe”
Hikmah          : “tunggu ya” sms dari Hikmah
Aku                 : “ship  (penarasan)” moga aja belum punya pacar! Amiiiiin
Hikmah          : “Katanya dia gak punya cwo bro . .!! selamat berjuang yach . . ”
Aku                 : “ Alhamdulillah
J, makasih banyak mba broo . . . Semangat 45!!”

Kabar baik bagiku, sungguh bahagia rasanya saat tau dia tak ada yang punya, saatnya berjuang untuk bisa mendapatkannya. Dulu aku Cuma naksir sama dia kini baru ku sadari bahwa aku mencintainya. Dari sekian banyak wanita yang pernah dekat bahkan pernah jadi pacarku, aku tak pernah rasakan yang namanya cinta, paling suka atau naksir doank! Selama ini aku hanya pernah jatuh cinta satu kali (first love) memang sulit melupakannya tapi seiring berjalannya waktu rasa itu hilang walau butuh waktu bertahun-tahun. Dan sekarang aku bersyukur kepada Tuhan, karena aku bisa merasakan lagi yang namanya Jatuh Cinta. Jatuh Cinta untuk yang kedua kalinya yaitu sama Vita.

Kamulah yang selama ini ku nanti, aku tak membutuhkan yang lain, cukup kamu yang aku butuhkan untuk melengkapi hidupku. Terimakasih karna kamu mampu mengingatkan ku tentang bagaimana indahnya jatuh cinta itu, untuk sekarang aku bahagia dengan semua ini. Walau ku hanya mampu mengagumimu.
Banyak yang nyuruh aku buat PDKT dulu, biar dia tau lonya aku ada rasa ke dia, tapi aku gak bisa, aku gak pengalaman dengan hal-hal begituan. Cukup jadi temen aja dulu gak usah terlalu mencolok pikirku. “Yang PDKT aja belum tentu di terima apalagi aku yang asal tembak”. Langsung ngedrop (>_<“). Harus Optimis, hakul yakin ajah!!

Aku pun menyusun rencana untuk nembak Vita. Mikir nih gimana caranya buat nyatain rasa ini,tapi aku bingung soalnya gak pernah nembak cwe secara langsung, jangankan mau bilang suka, buat ngobrol sama dia aja masih malu-malu. Mau nyatain cinta lewat sms, tapi menurutku gak asik deh!! Aku pun mikir gimana lonya bikin sebuah tulisan aja, kaya cerpen gituh. Walau gak mahir-mahir amat buat nulis tapi harus di coba karena itu adalah caraku sendiri dan hanya itu yang ku bisa.

Karena masih amatiran aku butuh waktu berhari-hari buat nulis sebuah cerpen yang bisa mewakili perasaanku ke dia. Gak siang, gak malam kerjaannya hanya nulis, sampai rela begadang cuma buat ngetik tuh cerpen. Kata bang Rhoma “bergadang jangan bergadang, kalau tiada artunya, bergadang boleh saja, untuk dapatkan si Vita”. Setelah beberapa kali perbaikan, akhirnya cerpen ini selasai dan siap buat ku kasih ke Vita besok.

Ke Esokan harinya.
Sebelumnya Aku sudah bikin janji ke Vita kalau pulang kuliah nanti mau nunjukin cerpen buatanku sendiri ke dia. Biar dia bisa memperbaikinya kalau ada kata-kata yang kurang pas atau salah. Padahal itu cuma Modus (Modal Dusta) agar dia membaca cerpen yang berisikan perasaan ku padanya itu.
Sepulang kuliah aku nungguin dia di taman yang ada di kampus, Aku ngeluarin notebook dari Ranselku. Biar pas Vita datang semunya sudah siap. Tak lama kemudian Vita datang menghampiriku. Aku sangat gugup saat itu.

“Heyyy Do . . .” sapa Vita sambil tersenyum manis kepadaku.
“Duduk dulu Vit . . .” sahutku sembari membalas senyumannya.
“Emmmm mana cerpennya Do? biar aku baca dulu . .”  ucap Vita sambil duduk.
Aduh aku jadi makin gugup saat ini, rasanya ragu antara mau ngasih atau gak jadi. Aduh jadi bingung sendiri. “Arrgh . . .optimis aja! Dari pada di pendam, lebih baik ku katakan saja yang sejujurnya” pikirku dalam hati.

“Iya ini Vit, jangan di ketawa’in yah! Lonya cerpen buatanku jelek . ” Dengan jantung yang berdegub-degub kencang, aku menyerahkan notebook yang berisikan cerpen itu.
“ Tentang Rasa Ini, emmm judulnya lumayan bagus sih, aku baca dulu yah . .” kata Vita sambil mulai membaca isi dari cerpen itu.
Saat itu aku hanya berdua dengan Vita, aku merasa semakin gugup. Aku coba untuk tidak terlihat gugup. Saat itu Aku terus memandangi wajah cantiknya itu, saat dia masih asik membaca.  Entah sudah sampai mana dia membaca cerita itu.

“Sebenernya Orang yang ku maksud di dalam cerpen ini adalah kamu Cuma namanya aja yang aku rubah. Aku tuh sudah lama suka sama kamu Vit, mungkin hanya dengan cara begini ku sanggup ngungkapin perasaanku padamu. Aku menyukaimu, maukah kamu menjadi kekasihku?” isi cerpen yang berada di akhir cerita.

“Eeeh ?? ko akhir ceritanya gitu? Maksudnya apa Do ?”Sontak Vita kaget setelah membaca bagian terakhirnya.
“masa kamu gak ngerti sih Vit?” sahutku dengan malu-malu
“Kamu becandakan . . .?” ucap lia yang masih bigung
“ega ko, aku serius! Aku memang suka sama kamu” jawabku dengan terbatah-batah karena gugup.
“kamu maukan nerima aku buat jadi pacar kamu? Aku tuh cinta sama kamu? Jawab yah Vit . . ”  ku ungkapkan semuanya di hadapannya agar di tau kalau aku gak sedang bercanda.
“emmmmm maafin aku yah !! aku gak bisa jawab sekarang . .” jawab Vita dengan nada lemah lembut.
“Ya udah gak papah, ku tunggu jawabannya . . .” sembari melontarkan senyum.

Berhubung sudah mau sore, kami pun memutuskan untuk pulang. Aku merasa lega setelah bisa mengungkapkan isi hatiku, tapi kenapa akhirnya malah jadi makin gugup menunggu jawaban darinya, di terima atau ditolak.
Malam harinya, Ku berbaring sambil mengotak-atik Hp ku, “kali aja ada sms dari Vita” pikirku. Pengen sms duluan tapi ragu-ragu. Tak lama kemudian Hp bergetar, saat ku lihat ternyata ada sms masuk dari Vita. Aku gak berani ngak berani ngebuka smsnya, takut kalo-kalo isinya adalah jawaban Vita yang nolak aku. Ku beranikan diriku untuk membukanya “bismillahirrahmanirrahim“ dan ternyata isinya adalah :

Vita        : “Aku mau ko jadi pacar kamu
J, cerpen tadi bagus dan cara kamu buat nembak aku juga”
Aku        : “Serius . . ?”
Vita        : “hu’um, gak percaya yah ? apa mau aku berubah pikiran ? hemmm . . .”
AKu        : “Bukannya gitu . . . , makasih yah dah mau nerima aku
J

Dan mulai malam itu ku menjalin hubungan dengannya (pacaran) . Ini pertama kalinya cintaku di terima dan gal bertepuk sebelah tangan lagi. Aku sangat bahagia karena pada akhirnya bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Terimakasih Tuhan semoga dia adalah yang terakhir dalam hidupku.
THE END

everything



“Jika aku menyayangimu, itu bukan sepenuhnya salahmu. Tapi itu salahku yang tak pernah mengerti bahwa waktu bisa merubah segalanya. Jika aku tetap menyayangimu, itu juga bukan sepenuhnya salahmu, itu hanya salahku yang tak bisa mengerti keadaan. Hanya saja, ternyata waktu kemudia mampu membuatku mengerti keadaan. Beribu waktu, menit, jam, bahkan tak terhitung hari kuhahabiskan pikiran dan sedihku untuk mencintaimu. Aku tak pernah berhenti, hanya saja aku beristirahat , mencoba lebih memahami waktu.“

Even you are not be the part of me anymore, I am the lucky one that had have you in my life. I have to move on even my heart stil doesn’t understand what my mind’s sugestion. You are the colors of my life that gave me a pain part and beautiful part. Thats why I have to move on.